Awal Mula Terbongkarnya Selebgram Bogor Promo Judi Online Jutaan Rupiah

2 Selebgram di Kota Bogor Ditangkap Polisi gara-gara Promosi Judi Online

Polresta Bogor Kota menangkap dua orang selebgram yang mempromosikan judi online. Kasus ini terbongkar berawal dari aduan warga yang terlilit utang gara-gara judi online.

“Banyak aduan masyarakat yang terlilit utang dipakai untuk judi online, untuk itu, untuk melindungi masyarakat dari judi online, melakukan pengungkapan,” ujar Kapolresta Bogor Kota Kombes Bismo Teguh Prakoso, dikutip pada Rabu (10/1/2024).

Dalam kasus ini, polisi menangkap dua perempuan yang merupakan selebgram, yakni inisial K dan FA. Keduanya ditangkap atas 2 laporan polisi.

“Adapun yang kita amankan ini ada 2 orang tersangka, dari lokasi berbeda dan kasus berbeda juga, artinya 2 laporan polisi yang berbeda,” kata Bismo.

Raup Rp 3 Juta Per Bulan
Salah satu tersangka, yakni K, memiliki followers sebanyak 45 ribu. K awalnya mempromosikan judi online tersebut pada Januari 2022 setelah ditawari oleh seseorang berinisial AS.

“Oleh si tersangka disanggupi, diterima dengan imbalan Rp 3 juta per bulan, hingga saat ini menurut penyelidikan dan penyidikan ini 3-5 situs judi online yang dilakoni oleh pelaku,” ungkapnya.

K mempromosikan judi online tersebut melalui Instastory. Uang yang dia peroleh dari mempromosikan judi online itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kemudian kronologis di akun yang bersangkutan ini ada Instastory dengan tulisan ‘Panen GG’. Ketika diklik akun itu keluar situs judi online, kemudian dari si tersangka menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Bismo.

Sedangkan tersangka FA memiliki 22,3 ribu followers. FA mendapatkan keuntungan hingga Rp 700 ribu setiap kali mempromosikan judi online tersebut.

“Tersangka ini mendapat upah Rp 700 ribu, per dua minggu atau per bulan,” sebutnya.

Tersangka K dan FA dijerat dengan Undang-Undang ITE Pasal 45 UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 10 tahun dan denda Rp 10 miliar.

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *