Hana Hanifah Berurusan Dengan Polisi , Soal Promosi Judi

Nama artis Hana Hanifah dulu sempat menjadi perbincangan publik karena tersandung kasus prostitusi. Kini, nama itu mencuat lagi usai Hana diperiksa terkait kasus promosi judi online.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2020 Hana Hanifah diamankan polisi saat sedang bersama seorang pria berinisial A di salah satu hotel di Medan. Polisi juga mengungkap ada uang Rp 20 juta yang diduga sudah diterima Hana Hanifah.

Penangkapan Hana ini dilakukan di salah satu hotel di kawasan Medan Barat sekitar pukul 23.30 WIB, Minggu (12/7/2020). Namun, saat itu Hana tidak menjadi tersangka tetapi hanya menjadi saksi.

Polisi pun menggelar konferensi pers pada Selasa (14/7/2020) malam setelah pemeriksaan dan gelar perkara terkait kasus prostitusi Hana selesai dilakukan. Dalam konferensi pers itu, Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko mengumumkan ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka muncikari, yaitu R dan J.

“Dari hasil gelar perkara, kita menetapkan tersangka, yaitu Saudara R, yang ada di depan ini. Karena peran tersangka ini menjemput saksi dari bandara menuju TKP, kemudian membantu saksi HH (Hana Hanifah) selama di Medan dan dijanjikan uang untuk mengurus saksi Saudara HH saat ada di Medan. Tersangka Saudara R berkomunikasi dengan tersangka lain, yaitu Saudara J, yang ada di Jakarta. Yang kita duga adalah muncikari di Jakarta,” kata Kombes Riko.

R dijerat dengan Pasal 2 UU 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun. Sementara itu, J saat ini masih diburu polisi karena berada di Jakarta.

Kini Tersandung Kasus Promosi Judi Online

Kini, Hana kembali tersandung kasus. Ia dilaporkan oleh Lembaga Bantuan Hukum PB Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (LBH PB SEMMI) atas dugaan tindak pidana mempromosikan judi online ke Polres Metro Jakarta Selatan.

“Kami dari LBH PB SEMMI melaporkan terkait dengan konten promosi judi online melalui akun Instagram yang diposting terlapornya ini adalah salah satu artis yaitu Hana Hanifah, tanggal 4 Juni 2022,” kata Direktur LBH PB SEMMI Gurun Arisastra kepada wartawan, Senin (6/6/2022).

Hana Hanifah dilaporkan atas dugaan melanggar Undang-Undang ITE Pasal 45 ayat 2 juncto 27 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016.

“Di sini dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian,” jelasnya.

Dugaan perbuatan yang dilakukan Hana Hanifah tersebut dianggap Gurun sebagai pelanggaran pidana. Sebab, ada aturan yang melarang mempromosikan judi.

“Banyak pengaduan ke kami dia memposting akun itu, mempromosikan akun judi online di Instagramnya. Dari elemen masyarakat dan pemuda dari beberapa masyarakat melaporkan ke kami,” tuturnya.

Hana Diminta Klarifikasi Polisi

Hana Hanifah diklarifikasi polisi terkait kasus tersebut. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Rahmat Idnal membenarkan adanya pemanggilan terhadap Hana Hanifah. Ade Rahmat Idnal menyebutkan Hana Hanifah diundang untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan promosi judi online tersebut.

“Undangan klarifikasi dalam rangka penyelidikan, belum proses penyidikan atau projusticia,” kata Ade Idnal saat dihubungi detikcom, Selasa (30/1/2024) malam.

Ade Idnal mengatakan Hana Hanifah saat ini masih berstatus sebagai saksi.

“Saksi dalam rangka klarifikasi/penyelidikan,” katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menetapkan adanya tersangka di kasus tersebut. Saat ini penyidik Polres Metro Jakarta Selatan masih melakukan penyelidikan untuk mencari ada-tidaknya unsur pidana terkait kasus tersebut.

Hana Dicecar 17 Pertanyaan

Hana Hanifah pun diperiksa polisi terkait dugaan promosi judi online. Hana Hanifah dicecar 17 pertanyaan oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

“Benar diperiksa tadi (semalam) HH dengan 21 pertanyaan,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (31/1).

Secara terpisah, Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Henrikus Yossi mengatakan Hana Hanifah diperiksa pada Selasa (30/1) malam. Hana diperiksa sebagai saksi.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi,” kata Yossi.

Yossi mengatakan Hana Hanifah diperiksa atas laporan pihak Lembaga Bantuan Hukum PB Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia terkait dugaan mempromosikan situs judi online melalui akun media sosialnya.

“(Terkait) postingannya di sosial media yang diduga mempromosikan situs tersebut,” imbuh Yossi.

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *