Judol Buat Turis China Enggan Ke Thailand

Turis China kembali mengunjungi destinasi-destinasi yang ada di luar negeri. Namun fenomena baru jadi sorotan, yakni mereka enggan pelesiran ke Thailand.

Dikutip dari BBC, Rabu (8/11/2023), bagi turis China di Bangkok, 76 Garage, sejak lama berada di urutan teratas dalam daftar tempat yang harus dikunjungi. Itu sebuah restoran terbuka di pinggiran utara ibu kota Thailand. Mereka bukan hanya mengincar makanannya, tetapi juga pelayanan spesialnya.

Di tengah-tengah restoran terdapat kolam renang. Saat malam hari mencapai puncak yakni ketika para pelayan, semua pria muda yang bugar, menanggalkan celana pendek mereka dan terjun ke kolam renang.

Mereka menawarkan diri untuk menggendong para pengunjung untuk berfoto dan memberi tip.

Dulu, 76 Garage sangat populer sehingga Anda harus memesan satu bulan sebelumnya untuk mendapatkan meja. Sekarang ini, separuh dari meja-meja di sana kosong.

Industri pariwisata Thailand yang dipuji-puji itu kehilangan pelanggan terbesarnya, turis China.

Ketika China akhirnya mencabut pembatasan Covid pada bulan Januari, yang memungkinkan warganya untuk bepergian ke luar negeri, Thailand memiliki harapan yang tinggi.

Thailand mengharapkan peningkatan bisnis yang akan membantu industri pariwisatanya memulihkan sebagian besar pendapatan yang hilang selama pandemi.

Pemerintah memperkirakan sebanyak lima juta kunjungan turis China pada akhir tahun ini. Jumlah itu hanya setengah dari hampir 11 juta yang datang pada 2019.

Namun, ini merupakan peningkatan besar dari tahun lalu, ketika hanya ada 250.000 kunjungan.

Skenario yang cerah itu ternyata terlalu optimis. Kurang dari 2,5 juta orang datang dalam sembilan bulan pertama tahun 2023.

“Kementerian pariwisata kami mengatakan bahwa jumlah pengunjung akan pulih dengan cepat setelah pandemi,” kata Anucha Liangruangreongkit, seorang pemandu wisata berbahasa Mandarin di Grand Palace di Bangkok yang telah bekerja di sana selama 42 tahun.

“Tapi mereka sedang bermimpi. Saya seorang pemandu, jika itu normal, seperti di masa lalu tempat ini akan penuh sesak, bukan? Lihatlah sekarang. Apakah ada banyak orang di sini? Tidak,” ujar dia.

Salah satu penyebabnya adalah kurangnya penerbangan berbiaya rendah pasca-Covid, dan melambatnya perekonomian China.

Pemerintah Thailand berharap pengumuman pembebasan visa selama lima bulan akan menarik lebih banyak wisatawan.

Salah satu penyebabnya adalah kurangnya penerbangan berbiaya rendah pasca-Covid, dan melambatnya perekonomian China.

Pemerintah Thailand berharap pengumuman pembebasan visa selama lima bulan akan menarik lebih banyak wisatawan.

 

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *