kisah Pria Indonesia Pungut 8 Tiket Slot Di Casino Singapura Berujung Dibui

Seorang pria asal Indonesia bernama Andri Parulian Silitonga menukarkan delapan tiket di mesin pencairan kasino berujung dipenjara. Tiket tersebut Andri pungut saat berkunjung ke Marina Bay Sands Casino, Singapura.

Dilansir dari detikTravel yang mengutip South China Morning Post (SCMP), pada (26/3) Andri awalnya berniat liburan ke Singapura. Saat berada di Singapura Andri masuk ke Marina Bay Sands Casino untuk berjudi.

Ketika berada di dekat Ruang Rugby, Andri melihat delapan tiket mesin slot, jika di tukar tiket itu bernilai SGD 24.000. Tidak berpikir panjang, Andi mengambil tiket itu lalu ditukarkan di mesin pencairan kasino.

Setelah mendapatkan uang sebesar Rp 268 juta, Andri mencoba untuk kembali ke Jakarta pada malam itu juga. Namun tak ada penerbangan yang tersisa di Bandara Changi, ia kemudian memutuskan untuk menginap.

Sementara di lokasi kasino, seorang manajer yang bertanggung jawab atas pengoperasian mesin slot, Tham Wan Nyit merasa kehilangan delapan tiket. Seingatnya di malam itu dia membawa folder penuh berisi tiket mesin slot menuju Ruang Rugby.

Tham melapor ke polisi keesokan harinya. Setelah CCTV di cek, terlihat Andri menjadi pelaku di kasus ini, polisi pun langsung melacak keberadaan Andri.

Andri yang sedang berada di Bandara Changi merasa tidak tenang. Andri kemudian mulai mentransfer uang yang dibawa melalui seorang teman.

Kemudian Andri bertemu dengan temannya di Tampines Mall untuk menyerahkan uang sebesar SGD 2.000 atau sekitar Rp 22 Juta. Selain itu ia juga mengirim ke rekeningnya SGD 3.000 dan ke pacarnya SGD 2.000 melalui Western Union.

Keesokan harinya Andri kembali mengirim ke rekeningnya SGD 8.000 dan ke rekening temannya SGD 2.000. Di waktu bersamaan polisi bekerja sama dengan pihak imigrasi untuk melacak Andri.

Setelah tiga hari ia menemukan slot tersebut, barulah Andri mendapatkan tiket dan pulang ke Indonesia. Andri lolos dari imigrasi Singapura, akan tetapi namanya sudah dikirimkan oleh interpol untuk pelacakan di Indonesia.

Lewat imigrasi, Andri dibekuk oleh polisi dan harus melapor ke Mabes Polri. Saat investigasi, Andri menolak mengembalikan uang yang telah ditransfer senilai SGD 17.000, dan juga menolak melaporkan sisa uang tersebut.

Akibatnya Andri dibawa kembali ke Singapura untuk mengikuti proses hukum. Kepada Hakim Distrik Crystal Tan, dia meminta maaf dan memohon untuk diberikan hukuman yang ringan tetapi ditolak.

Hakim menganggap Andri tidak jujur dan telah menyalahgunakan uang yang bukan miliknya. Seharusnya dia tidak kabur dan mengembalikan tiket itu pada penjaga kasino. Andri terancam dipenjara hingga dua tahun atau didenda, atau keduanya

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *